Berawal dari satu mimpi yang membuat setan dan martabat lupa akan irisan tinta keadilan.
siapakah sebenarnya pahlawan kita?
kamu tau??
cerita ini dimulai ketika saya mulai bosan dengan keadaan dimana semua cemooh secara tidak langsung tertuju padaku.
siapa yang ingin seperti aku?
bahkan seekor burung pelatuk pun malu.
norma sudah tak pantas saat kita berpijak pada negara paling terpuruk di dunia.
menghabiskan detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam.
apa yang ku cari??
dulu, hanya berfkir bagaimana hidup layak bagaimana selayaknya para borju elit disana.
tp sekarang, aq punya bayangan, bayangan kecil yang setiap hari buatku tertawa lebar,
saat dia terbangun, mulai belajar berlari, memanggil namaku dengan tak jelas, dan meminta suatu hal yang tak pastiitulah dia.
semangat hidupkembali di mulai saat hal yang sebenarnya ku tak suda memiliki dua jiwa di dalam satu tubuh,
aq tak menyesal, tak seperti orang orang tolol yang menganggap itu sebuah musibah.
saya yakin itu emas, emas yang berwarna tidak seperti emas, emas kemerahan namun tak merah.
dia kuberi simbol yang tak pendek, berharap suatu saat nanti dia bisa memilih, mana yang akan dia gunakan,
seperti bangsanya, seperti namanya, seperti leluhurnya, atau seperti orang yang menjuluki dia,
sempat berpikir sayatan tinta segera aku akhiri,
tinta tidak habis wis, tinta belum se per berapa persennya kau gunakan untuk hidupmu, masih ada lembar perlembar yang harus kau isi.
ku merasa terkutuk saat kelahiranku tak sama seperti apa yang ku lahirkan,
saat emasku tak sadar meminta suatu padaku, aq berpikir, apakah aku seperti ini dulu,
apakah saat aq seperti ini bereka perduli?
tenang nak, kau tak akan seperti aku, aq tak di berikan, tp aq akan memberikanmu, tidak seperti mereka.
semua sudah jelas, kertas dan logam yang buat dunia ini tenang, tp kertas dan logam itu sementara,
tawa itu tak bermunculan lagi saat kertas-kertas dan logam-logam itu terbang hilang dan tak nampak seperti debu.
RICH WITHOUT HERITAGE
NGR